Psikologi Warna: 10 Rahasia Makna Warna

By | April 9, 2020

Prinsip psikologi warna yang dikenal sebagai efek isolasi menyatakan bahwa barang yang menonjol dan menarik akan lebih mungkin untuk diingat. Beberapa penelitian tentang warna juga menunjukkan bahwa peserta mampu mengenali dan mengingat barang dengan jauh lebih baik (berupa teks atau gambar) ketika warna yang digunakan terlihat lebih menonjol dari sekelilingnya.

Karena adanya hal ini, maka dunia marketing dan branding dalam usaha juga tidak ketinggalan untuk memanfaatkannya. Di dalam dunia marketing sebuah study mengenai “dampak warna pada marketing,” menemukan bahwa 90% orang akan mengambil keputusan secara cepat untuk mengambil sebuah produk atau tidak karena berdasarkan warna.

Psikologi Warna Branding
Psikologi Warna Branding

Selain itu, untuk sebuah product branding, arti warna juga memengaruhi bagaimana customer melihat “kepribadian” dari merek yang bersangkutan Misalnya, sebuah produk motor pria, akan cenderung memilih warna-warna gelap dan maskulin ketimbang warna-warna lembut dan terang, karena disesuaikan dengan sifat pria yang tidak terlalu mudah dipegaruhi oleh perasaan.

Psikologi Warna

Di bawah ini akan dibahas mengenai psikologi warna dalam dunia marketing dan branding. Jadi berikut panduan memilih warna sesuai dengan maknanya untuk branding dan marketing bisnis Anda.

1. Warna Merah

Ingin orang bersemangat dan menarik perhatian orang ke diri Anda?Maka Pakailah warna merah yang memicu denyut nadi orang saat mereka melihatnya. Itulah warna energi dan simbol kehidupan. Merah membangkitkan kekuatan, kekuasaan, dan menciptakan dampak visual. Ada alasan lampu lalu lintas menggunakan warna merah sebagai rambu untuk berhenti, selain warna itu menarik perhatian kita, warna merah merupakan warna yang kuat dan juga bisa menampikan agresif, jadi berhati-hatilah menggunakannya.

2. Warna Merah Muda

Ada alasan mengapa sel penjara beberapa penjahat paling berbahaya dicat warna merah muda— terbukti warna ini menenangkan agresivitas Warna ini dianggap tenang, hangat, dan penuh cinta. Merah muda juga dianggap melemahkan kejantanan, meskipun saya tahu beberapa lelaki yang secara positif trlihat tampan dalam warna ini. Tidak seperti merah, warna merah muda menenangkan, bukannya menstimulasi Advertisement.

3. Warna Kuning

Adalah warna kebahagiaan, cahaya matahari, tawa, dan optimisme. Itulah mengapa rumah kantor saya dicat dengan warna bayangan kuning yang ceria. Warna ini juga memilki kekuatan untuk mengeluarkan kreativitas, tetapi bisa terkesan mengalahkan jika digunakan terlalu banyak. Corak kuning yang tepat bisa mengangkat semangat dan membangkitkan keramahtamahan. Warna terang seperti kuning dapat menonjol, bahkan ketika ia digunakan di lingkungan yang ramai. Seperti warna branding channel.

4. Warna Orange

Ingin membangkitkan suasana seperti kemeriahan? Maka gunakanlah Orange. Warna ini diasosiasikan dengan waktu-waktu bergembira, kehangatan, dan ambisi. Sama sekali tidak ada unsur menenangkan dari warna ini, jadi jika Anda ingin menarik perhatian dan nampak berani (selain menggunakan warna merah) maka cobalah warna orange ini Warna ini mudah dilihat dan susah dilewatkan—itulah mengapa para pemburu menyukai nyala warna Orange.

5. Warna Ungu

Adalah warna kebangsawanan dan diasosiasikan dengan kekayaan, kesejahteraan, kebijaksanaan, dan kecanggihan. Ingin menyampaikan tentang kualitas diri terbaik? Cobalah menggunakan warna ungu. Corak ini bisa membangkitkan kontemplasi atau meditasi, dan juga kesadaran spiritual. Tapi hindari menggunakannya terlalu banyak—kecuali segmen pasar Anda perempuan-perempuan muda.

6. Warna Hijau

Uang dan alam—dua hal yang sangat penting. Hijau adalah warna menenangkan lain yang juga dihubungkan dengan sifat murah hati dan damai. Hijau terletak di pusat spektrum warna dan dianggap sebagai warna keseimbangan dan pemulihan. Produk yang menggunakan desain warna hijau terkesan menawarkan kesegaran dan bersifat natural dari alam.

7. Warna Abu-Abu

Ingin tampak sepenuhnya netral? Maka guunakalahn abu-abu. Warna yang bersifat menekan, abu-abu memancarkan kekurangpercayaan diri, kurang berenergi dan depresi. Tapi warna ini tetap cocok digunakan untuk branding roduk atau jasa Karena Abu-Abu bisa diterima oleh siapapun.

8. Warna Hitam

Hitam warna otoritas, kekuasaan, kecanggihan, dan kekuatan. Warna yang suram ini juga menyampaikan kecerdasan itulah mengapa kebanyakan pakaian wisuda berwarna hitam. Tergantung di mana Anda tinggal, hitam juga dihubungkan dengan duka cita. Ini adalah warna situs yang bisa berlebihan jika dipakai dari kepala hingga kaki Secara literal hitam adalah semua warna yang disatukan. Warna ini menutupi, menyingkapkan, dan menyampaikan. Makin besar Anda ingin memberikan kesan kuat pada perusahaan, maka makin banyak warna hitam yang bisa Anda tambahkan.

9. Warna Cokelat

Warna ini akan memberikan kesan kesederhanaan dan klasik. Jika Anda memiliki sebuah produk yang ingin Anda tampilkan dengan kesan sederhana, maka coklat adalah sebuah pilihan yang tepat. Beberapa produk yang bersifat retro atau kebahagiaan dalam bernostalgia juga cocok menggunakan warna coklat.

10. Warna Biru

Secara keseluruhan biru adalah warna yang menenangkan, tenteram, dan beberapa corak bisa menimbulkan sensasi rasa dingin. Didapati bahwa orang telah lebih produktif ketika bekerja di ruangan berwarna biru karena mereka tenang dan fokus. Warna biru diasosiasikan dengan kecerdasan, kepercayaan, efisiensi, dan ketulusan. Tidak mengherankan inilah psikologi warna paling favorit kebanyakan orang.

One thought on “Psikologi Warna: 10 Rahasia Makna Warna

  1. Pingback: Cara Mencari Pasangan yang Baik menurut Islam - Ndopok

Leave a Reply